Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia.
Video yang isinya hanya wajah orang berbicara cepat terasa melelahkan. Karena itu kreator menyelipkan B-roll: potongan gambar pendukung yang muncul saat narasi berjalan, misalnya gambar kota ketika kamu bercerita soal merantau atau close-up kopi ketika membahas bisnis kafe. Masalahnya, merekam B-roll sendiri memakan waktu, dan stok footage sering terasa generik. B-roll AI menawarkan jalan tengah: kamu menulis adegan yang persis dibutuhkan naskah, lalu model membuatkan klipnya.
Panduan ini membahas jenis B-roll yang cocok dibuat dengan AI, cara menurunkan daftar shot dari naskah, menulis prompt yang menyatu dengan rekaman aslimu, memilih model, menghitung biaya, dan batas kejujuran yang perlu dijaga.
Kenapa membuat B-roll dengan AI
- Sesuai naskah. Kamu bisa meminta adegan yang spesifik, bukan sekadar yang kebetulan tersedia di stok footage.
- Tidak perlu ke lokasi. Suasana pantai, pegunungan, atau kota di malam hari bisa dibuat dari meja kerja.
- Gaya bisa diseragamkan. Dengan kata-kata gaya yang sama di setiap prompt, semua B-roll terasa satu keluarga.
- Cepat untuk diulang. Kalau hasilnya kurang pas, ubah prompt dan buat lagi.
Yang tetap perlu direkam asli: produk yang kamu ulas, tempat yang kamu kunjungi, dan kejadian nyata yang kamu ceritakan. B-roll AI mengisi suasana dan konsep, bukan menggantikan bukti.
Jenis B-roll AI yang paling berguna
| Jenis | Contoh | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| Establishing shot | Kota Jakarta dari ketinggian saat senja | Membuka cerita atau berpindah topik |
| Detail close-up | Tangan mengetik di laptop, kopi dituang | Menutupi potongan di rekaman bicara |
| Konsep atau metafora | Tanaman tumbuh cepat dari biji | Menjelaskan ide seperti pertumbuhan |
| Suasana | Hujan di jendela kafe pada malam hari | Mengatur mood cerita |
| Produk | Foto produk digerakkan perlahan | Video ulasan atau jualan, dengan mode Dari foto |
| Transisi | Awan bergerak cepat, lampu kota menyala | Jeda antarbagian |
Menyusun daftar shot dari naskah
- Baca naskah atau transkrip dan tandai kalimat yang terlalu lama hanya menampilkan wajahmu.
- Tulis satu ide visual per kalimat yang ditandai. Cukup satu baris: subjek, aksi, suasana.
- Tentukan durasi berdasarkan lama kalimat itu diucapkan. B-roll umumnya tampil beberapa detik saja.
- Kelompokkan shot dengan gaya yang sama supaya kamu bisa memakai potongan prompt yang sama.
- Urutkan prioritas. Buat dulu shot yang paling penting untuk cerita, sisanya bisa menyusul.
Contoh untuk video bertema mengatur keuangan pribadi:
| Kalimat di naskah | Shot B-roll |
|---|---|
| "Gaji masuk, tapi tiba-tiba sudah habis di tengah bulan." | Dompet kosong di atas meja kayu, cahaya pagi dari jendela |
| "Mulailah dengan mencatat pengeluaran harian." | Close-up tangan menulis di buku catatan di samping secangkir teh |
| "Pelan-pelan, tabunganmu akan tumbuh." | Tanaman kecil tumbuh dari tanah dalam pot, gerakan time-lapse |
Format daftar seperti ini sama dengan storyboard sederhana. Kalau ingin lebih rapi, ikuti panduan storyboard untuk video AI.
Prompt B-roll yang menyatu dengan rekaman asli
B-roll yang bagus tidak terasa "tempelan". Samakan tiga hal dengan rekaman utamamu: cahaya (hangat atau dingin, siang atau malam), gaya (realistis, sinematik, atau ilustrasi), dan gerak kamera (tripod yang diam atau handheld yang sedikit goyang).
Close-up tangan seorang perempuan menulis di buku catatan di samping secangkir teh, di meja kayu dekat jendela. Kamera handheld lembut, cahaya pagi alami, warna hangat, gaya realistis seperti direkam kamera mirrorless.
Pemandangan kota besar di Indonesia dari ketinggian saat senja, lampu gedung mulai menyala dan jalan raya dipenuhi lampu kendaraan. Kamera terbang maju perlahan, langit oranye keunguan, gaya sinematik, tanpa teks.
Tetes hujan mengalir di kaca jendela kafe pada malam hari, di luar terlihat lampu jalan yang buram. Kamera diam, kedalaman bidang tipis, warna biru dan kuning lembut.
Untuk istilah gerak kamera dan cahaya, baca prompt gerakan kamera video AI dan prompt video realistis.
Memilih model dan durasi
- Seedance 2.0 Fast — pilihan hemat untuk banyak shot pendek, 480p atau 720p.
- Seedance 2.0 atau Kling 3.0 — saat B-roll tampil besar di layar dan kamu butuh 1080p.
- Wan 3.0 — durasi hingga 30 detik dan tanpa suara, pas untuk satu klip panjang yang dipotong menjadi beberapa bagian.
- Veo 3.1 Lite — model hemat yang cocok untuk menguji ide shot.
Karena B-roll biasanya tampil di bawah narasi, suara bawaan model jarang dipakai. Sesuaikan rasio dengan video utama: 16:9 untuk YouTube, 9:16 untuk konten vertikal. Detail tiap model ada di halaman model.
Hitungan biaya B-roll untuk satu video
Misalkan video YouTube 8 menit butuh 10 shot B-roll. Beberapa cara menghitungnya, dengan 1 kredit sekitar Rp100:
| Pendekatan | Hitungan | Perkiraan |
|---|---|---|
| 10 shot × 5 detik, Seedance 2.0 Fast 720p | 50 × 40 = 2.000 kredit | Rp200.000 |
| 10 shot × 4 detik, Veo 3.1 Lite 720p | 40 × 17 = 680 kredit | Rp68.000 |
| 10 shot × 5 detik, Seedance 2.0 Fast 480p | 50 × 20 = 1.000 kredit | Rp100.000 |
| 1 klip Wan 3.0 720p, 30 detik, dipotong jadi beberapa bagian | 30 × 33 = 990 kredit | Rp99.000 |
Shot yang bersifat umum, seperti suasana kota atau tangan mengetik, bisa dipakai ulang di video lain. Simpan di satu folder agar lama-lama kamu punya perpustakaan B-roll sendiri. Tips lain ada di cara menghemat kredit video AI, dan paket kredit di halaman harga.
Merapikan B-roll di aplikasi edit
Klip AI jarang langsung dipakai utuh. Beberapa kebiasaan kecil yang membuat hasilnya lebih rapi:
- Pakai bagian terbaiknya saja. Detik pertama dan terakhir kadang kurang stabil, jadi potong ke bagian tengah yang paling bersih.
- Samakan warna dengan rekaman utama memakai filter atau penyesuaian yang sama di semua klip.
- Potong mengikuti kalimat, bukan mengikuti panjang klip. B-roll masuk saat topik berubah dan keluar saat kamu kembali menatap kamera.
- Perhatikan detail aneh seperti tangan, wajah di latar, atau tulisan di papan nama. Kalau terlihat janggal, ganti dengan shot lain.
Batas kejujuran: B-roll bukan bukti
- Jangan menyajikan B-roll AI sebagai rekaman kejadian nyata, terutama di konten berita, ulasan, atau dokumenter.
- Jangan menggambarkan orang sungguhan atau tempat tertentu seolah-olah asli jika itu bisa menyesatkan penonton.
- Ikuti aturan label konten AI di platform tempat kamu mengunggah. Penjelasannya ada di label konten AI di media sosial.
Setelah semua shot siap, susun di timeline dan potong mengikuti ritme bicara. Panduan teknisnya ada di cara menggabungkan klip video AI.
Buat shot B-roll pertamamu dari naskah yang sedang kamu kerjakan.
Buka studioPertanyaan yang sering muncul
Apa bedanya A-roll dan B-roll?
A-roll adalah rekaman utama, misalnya kamu berbicara ke kamera atau wawancara. B-roll adalah gambar pendukung yang ditampilkan di atas atau di sela A-roll untuk memperjelas cerita.
Berapa panjang satu shot B-roll yang ideal?
Umumnya beberapa detik, mengikuti panjang kalimat yang sedang diucapkan. Di Videbro, durasi terpendek 4 detik (Seedance dan Veo) atau 5 detik (Kling dan Wan), dan kamu bisa memotongnya lebih pendek saat mengedit.
Apakah B-roll AI bisa dicampur dengan stok footage atau rekaman sendiri?
Bisa. Yang penting warnanya disamakan saat mengedit, misalnya dengan filter atau penyesuaian warna yang sama, supaya perpindahannya tidak terasa kasar.
Bolehkah B-roll AI dipakai di video yang dimonetisasi?
Umumnya boleh selama kontennya orisinal, tidak memakai wajah, merek, atau karya orang lain tanpa izin, dan mengikuti aturan platform. Baca juga hak cipta video AI.



